Jamur sejati penyebab penyakit Durian ini berasal dari Golongan Ascomicota (rata rata mikroskopis) dan Basidiomicota (rata rata makroskopis)
Hal berbeda dengan Oomicetes (Jamur tidak Sempurna), dinding selnya tersusun atas selulosa. Oomicetes juga mencuri fito-sterol dari inangnya dan kemudian memodifikasinya menjadi selulosa, untuk dia berkembang biak. Modifikasi yang dilakukan oleh Oomicetes lebih rumit dibandingkan Jamur Sejati. Makanya Oomicetes cepat sekali membentuk kekebalan terhadap fungisida sistemik.
Kembali lagi ke Jamur sejati
Berdasarkan organ yang diserang, penyakit ini dikelompokkan dalam 3 bagian :
1. Penyakit Batang Bagian Dalam
2. Penyakit Batang Bagian Luar
3. Penyakit BCD = Buah, Cabang dan Daun
Pengelompokan ini akan memudahkan kita dalam mengendalikan penyakit ini
1. Penyakit Batang Bagian Dalam = Jamur Akar Putih dan Ceratocystis HARUS dikendalikan dengan cara suntik batang dan kocor dengan fungisida Sistemik. Fungisida terkuat untuk kayu Bahan Aktifnya = Heksakonazol dan Prokloraz.
Resiko kerugian = Tanaman Mati
2. Penyakit Batang Bagian Luar = Jamur Upas Cortisium salmonicolor. Dikendalikan dengan cara Spraying. Karena Jamur ini menyerang kulit batang. Fungisida yang kuat mengendalikan jamur ini berbahan aktif Prokloraz, Iprodion, Piraklostrobin
Resiko Kerugian = Tanaman Mati
3. Penyakit BCD = Buah, Cabang, dan Daun
Penyakit ini pertama tama menyerang daun, kemudian merembet ke cabang, kemudian beberapa serangan parah akan menyerang buah. Fungisida yangk kuat mengendalikan jamur ini berbahan aktif Prokloraz, Tebukonazol, Piraklostrobin, Trifloksistrobin, Iprodion dan Trisiklazol.
Memiliki resiko kematian tanaman rendah hingga sedang.
Walaupun Jamur Sejati ini memiliki kecenderungan rendah-sedang dalam membentuk resistensi. Tetap kita perlu menjaga agar penggunaan bahan aktif maksimal hanya digunakan 3 kali berurutan.
Silahkan dipilih dan disesuaikan.





