Hama penggerek adalah hama yang dalam proses kehidupannya merusak Batang, Kulit Batang, atau buah. Mekanisme menggerek ini terjadi dengan cara hama :
1. Memakan bagian dalam batang (kambiun atau inti kayu)
2. Memakan bagian dalam kulit kayu, biasanya kotoran ulatnya dijadikan pelindung agar ulatnya leluasa memakan kulit batangnya
3. Memakan bagian dalam buah, telur ulat ini sudah dimasukkan kedalam buah sejak buah masih kecil, istilah kerennya Parasitoid Buah.
Pada hama penggerek, terdapat Bagian Ovipositor. Yaitu bagian penyuntik telur kedalam buah, kulit, atau kayu.
Ovi = Telur
Sito = Jaringan tumbuhan
Setelah telur dimasukkan, maka akan menetas, dan larvanya akan memakan jaringan kayu/kulit atau buah tersebut sampai besar, kepompong dan menjadi imago
Berdasarkan Taksonominya, Hama Penggerek dibedakan menjadi 3 :
1. Ulat Lepidoptera = Ngengat, biasanya menyerang Buah dan Kulit.
2. Kumbang, Coleoptera = Kumbang Besar (Hippomelas, Batocera dll) dan Kumbang kecil (geng Ambrosia)
3. Lalat, Hemiptera = Drosophila, Synanthedon
Pengendalian :
1. Ulat penggerek buah, 2-3 mggu setelah buah jadi (masih pentil), aplikasikan insektisida sistemik atau translaminar berbahan aktif Klorantraniliprole, Klotianidin, Imidakloprid, Metomil, Spinoteram dll
Insektisida ini tidak dapat masuk ke Buah melalui translokasi daun ke buah, jadinya harus spray langsung ke buahnya, tambahkan perekat. Semua dosis harus sesuai label. Dan aplikasi setelah embun pagi hilang (sekitar 08.00-10.30). Insektisida ini akan tahan selama 14-20 hari. Aplikasikan setiap 3 mggu sekali sebanyak 3 kali. Ovipositor Imago ulat tidak akan sanggup menembus kulit buah yang sudah berumur lebih dari 1.5 bulan.
Jika terdapat bulan purnama pada masa pentil buah, maka sebaiknya aplikasikan segera, karena bulan purnama merupakan masa kawin imago tersebut.
2. Kumbang Penggerek, dikendalikan dengan cara suntik deltametrin, Bifentrin, sipermetrin atau klorpirifos dll pada lubang bekas pengeboran. Gunakan dosis sesuai label produk.
Untuk penggerek kulit batang (Tirathaba, indarbela) sebaiknya langsung spray bagian kulit yang terkena, JANGAN dibersihkan kotoran pelindung yang menempel di batang, karena agar residual insektisida lebih lama dan mampu menulari hama lainnya.
Kemudian untuk mencegah serangan selanjutnya, gunakan Imidacloprid atau klotianidin secara kocor di perakaran. Setiap diameter 20 cm perlu 20 liter larutan. Gunakan konsentrasi sesuai label (biasanya 1-2 ml/liter). Aplikasi Kocor lebih bagus dibandingkan spray, karena translokasi insektisida melalui xilem lebih cepat sampai di batang dibandingkan Floem.
3. Lalat (Drossophila, Acrocercop, dan Synanthedon) jika menggunakan insektisida kontak (Bifentrin, Deltametrin, Sipermetrin, klorpirifos dll) sebaiknya pada pagi hari pada saat lalat tersebut aktif, yaitu sekitaran jam 06.00-08.00 atau sore hari jam 16.00-17.30
Jika ingin menggunakan insektisida Sistemik atau translaminar (pengendalian Drossophila),
Sebaiknya aplikasikan setelah jam 08.00 – 10.30. Pengendalian Sinanthedon tidak disarankan menggunakan Translaminar karena translaminar tidak meresap pada jaringan kayu,
Perkembangbiakan lalat tidak dipengaruhi oleh Bulan Purnama.





