Pencegahan penyakit tanaman berkayu

Pencegahan Penyakit Tanaman Berkayu (Durian, Jeruk, Petai, Mangga, Rambutan, Kelengkeng dll)

Pencegahan Penyakit Tanaman Berkayu (Durian, Jeruk, Petai, Mangga, Rambutan, Kelengkeng dll)

Fungisida Kontak
Fungisida kontak adalah fungisida yang mematikan jamur (jamur sejati ataupun Oomicetes) melalui kontak langsung dengan miselium jamur pada stadia awal perkecambahan jamur tersebut.
Mekanisme mematikan dan bagian yang dimatikan bersifat menyeluruh, istilah kerennya Multisite Inhibitor = menghambat semua proses kehidupan jamur, seperti Metabolisme, Pertumbuhan, Biosyntesis, dll
PENTING
Fungisida kontak hanya mematikan stadia awal, artinya pada saat fase dewasa atau fase merusak, fungisida ini tidak akan berguna. Oleh karena itu penggunaan fungisida ini hanya untuk Pencegahan. Tidak untuk penanganan.
Terdapat 2 golongan fungisida kontak =
Anorganik = tembaga (Cu), Belerang
Organik = Ditiokarbamat, Tiokarbamat, Sulfamid, Klorotalonil, triazine, antraquinon dll
Fungisida Anorganik yang paling umum digunakan berasal dari golongan Tembaga dan Sulfur.
Pada Zaman Dahulu Kala, orang orang menggunakan Bubur Bordoeaux dan Bubur California untuk mencegah penyakit tanaman. Bubur Bordoeaux berbahan dasar Tembaga sulfat (CuSO4) yang dicampur dengan Kapur Tohor.
Sedangkan Bubur California berbahan dasar Sulfur (S). Keduanya sama sama dicampur dengan kapur kalsium hidroksida, Ca(OH)2.
Namun, penggunaannya di pertanian berskala besar, sangat tidak efisien karena tidak praktis untuk skala mekanisasi. Sehingga seiring dengan perkembangan jaman mulai ditemukan Fungisida organik dari golongan golongan diatas (Ditiokarbamat dll)
Fungisida Organik didominasi oleh Ditiokarbamat (Propineb, Mankozeb, Zineb / Metiram, Tiram, Maneb, Siram dll). Unsur anorganik yang banyak digunakan sebagai stabilisator adalah Zink (Zn) dan Mangan (Mn). Sedangkan Sulfur masuk di dalam ikatan kimia ditiokarbamat.
Selain Ditiokarbamat, terdapat juga fungisida golongan Klorin, yaitu Kloritalonil. Fungisida ini memiliki long lasting residual yang lebih lama dibandingkan Ditiokarbamat. Karena terdapat unsur klorin yang lebih mudah menempel pada permukaan daun, sehingga memiliki efek long lasting residual. Selain itu juga memiliki daya bunuh lebih cepat dibanding Ditiokarbamat.
Namun, fungisida klorin ini tidak cocok jika diaplikasikan dalam jumlah berlebih atau daerah bercuaca panas terik, hal ini akan dapat melukai permukaan kutikula daun.
Anda ingin menjadi Formulatir Fungisida??
Berikut saya sampaikan cara pembuatan Fungisida Kontak versi DIY (Do It Your self) alias Gawi Sorangan/Nggawe Dhewe.
Jika memiliki lahan pertanian tanaman kayu, seperti Jeruk, Mangga, Durian, Kelengkeng, Rambutan, Petai, dll. Fungisida ini sangat cocok diaplikasikan secara oles/kuas. Aplikasi ini cukup mudah dan tahan lama. Sebaiknya tanaman yang akan dioles sudah cukup besar dan berkayu kuat atau sudah berkulit tebal, karena konsentrasi fungisida yang menempel di batang ini lumayan pekat.
Selamat mencoba.

Share this story: