Rayap
Adalah serangga Isoptera =
ISO = Sama
Pteros = Sayap
Serangga yang memiliki sepasang sayap yang bentuk dan ukurannya sama. Rayap memiliki sifat (Nandika, 2003)
1. Cryptobiotik = tidak tahan cahaya, buta
2. Thropalaxis = saling menjilati individu lain, tukar menukar makanan, dan enzim pencernaan
3. Kanibalistik = memakan individu sakit, lemas.
4. Nurophagy = memakan bangkai individu lainnya.
5. Xylophagus = memakan selulosa
Dalam kultur koloninya bisa terdapat 250.000 – 1.000.000 ekor dengan sistem kehidupan rayap terdiri atas :
1. Ratu
2. Raja
3. Nympha
4. Tentara
5. Pekerja
6. Alate
7. Secondary Form Neotenic Reproductive
Ratu
Adalah pemimpin tertinggi koloni rayap, yang menganut sistem pemerintahan Monarki Absolut. Ratu memiliki kontrol kuat terhadap jumlah populasi, komposisi koloni, dan expansi koloni. Pada beberapa jenis rayap, bisa terdapat beberapa ratu dalam 1 koloni, atau bahkan dalam 1 sarang. Dalam 1 koloni bisa terdapat beberapa sarang. Umur ratu bisa mencapai 25 tahun, dan dapat bertelur 1.000 butir/hari (King and Spink, 1974).
Raja
Raja adalah pendamping ratu yang hanya dipakai saat Ratu ingin menghasilkan keturunan Fertil untuk memperbanyak koloni (Expansi).
Nympha
Adalah putra/putri mahkota yang bisa kapan saja berubah menjadi Alate (Laron), Pengganti Ratu Sementara. Bahkan dalam kondisi terdesak bisa menjadi pekerja.
Tentara
Berbadan Besar, Buta, Mandul, dan disuapi oleh rayap pekerja. Tidak bisa makan sendiri. Berperan sebagai pertahanan dari serangan predator seperti semut hitam dll.
Pekerja
Merupakan anggota terbanyak dalam koloni,
Dalam kondisi darurat, pekerja bisa berubah menjadi Tentara. Pekerja ini berperan mencukupi SELURUH kebutuhan hidup koloninya.
Alate
Laron adalah fase generatif yang diproduksi dari perkawinan raja dan ratu, biasanya dibentuk menjelang musim penghujan. Mereka akan keluar sarang setelah pada saat bulan purnama. Alate jantan dan betina akan bertemu dan mencari daerah baru untuk membentuk koloni baru.
Secondary Form Neotenic Reproductive
Adalah Raja dan Ratu Cadangan yang dihasilkan dari metamorfosis nympha. Hanya dibentuk ketika keadaan darurat, atau Ratu sedang ambisius membangun dan memperbesar koloninya.
Dalam proses kehidupannya, rayap dari Genus Coptotermes sp, yang bersifat merugikan tanaman budidaya. Karena genus ini mampu memakan jaringan selulosa pada tumbuhan hidup dan tumbuhan mati. Coptotermes curvignathus adalah spesies yang paling banyak menyerang tanaman budidaya seperti
1. Kelapa Sawit
2. Akasia, Sengon, dll
3. Buah buahan Durian, Mangga, Rambutan, Alpukat dll.
Yang perlu dicermati, Coptotermes curvignatus tidak membentuk Sarang Gumuk. Sarangnya berada di dalam tanah (Subterranean Termite). Biasanya hanya jenis Macrotermes dan Amitermes saja membentuk Gumuk, kedua jenis ini hanya memakan jaringan kayu mati.
Terdapat 3 cara untuk mengendalikan Rayap secara kimia
1. Pengumpanan
2. Spray
3. Kocor
Pengumpanan
Merupakan metode mengumpan Rayap dengan diberikan umpan rayap siap pakai. Bahan aktif Dinotefuran. Atau dengan Kayu atau sumber selulosa lainnya yang sudah direndam bahan aktif Fipronil SC atau Imidakloprid SC. Karena sifatnya non repellent (non penolak), maka rayap akan datang dan memakan umpan, rayap akan terpapar dan kembali ke sarang membawa paparan termitisida. Kemudian dia akan menulari rayap lainnya secara Tropolaksis dan kanibalisme. Semakin banyak rayap terpapar, maka akan semakin besar resiko ratu juga terpapar pestisida tersebut. Pada akhirnya koloni akan menghilang. Mati Semua.
Pengumpan ini menggunakan metode lubang serapan biopori. Umpan dimasukkan kedalam pipa peralon portable. Dapat di monitoring setiap 3 bulan sekali. Keuntungan lainnya adalah lubang serapan ini juga bisa diisi dedaunan kering, pupuk kandang, kompos, POC, kemudian lapisan paling atas diisi dengan umpan rayap ini. Jadi model pengumpanan seperti ini juga dapat berperan sebagai sumur resapan biopori.
Spray
Spray hanya direkomendasikan untuk bahan aktif fipronil atau imidacloprid. Kedua bahan ini dapat bertahan lama di partikel tanah dan juga bisa meresap kedalam jaringan tanaman.
PENTING, Pada saat spray, bagian shelter tube atau lorong ini jangan dirusak, biarkan saja. Ketika partikel fipronil atau imidacloprid menempel di tanah lorong ini, maka akan memperbesar potensi paparan kepada rayap.
Konsentrasi spray fipronil atau imidacloprid tidak boleh lebih dari 2 ml atau 2 gram/liter. Karena kalau berlebih justru akan mematikan langsung si Rayap. Kalau rayapnya mati dia tidak akan menulari Rayap lainnya.
Kocor
Metode kocor bisa menggunakan
1. Sistemik = Imidacloprid atau Fipronil, karena kedua bahan ini akan masuk kedalam jaringan tanaman dan juga bertahan lama di tanah. Penggunaan sistemik lebih bagus untuk penanggulangan, alias jika tanamannya sudah terserang. Karena si rayap tidak akan sadar pada saat terpapar pestisida.
2. Kontak = BIFENTRIN, merupakan gol piretroid yang ketahanan di partikel tanah sangat lama. Bifentrin bersifat Repellent. Artinya, jika dibagian pangkal tanaman dikocor Bifentrin, maka Rayap tidak akan berani mendekat. Tanaman akan terjaga dari Rayap selama 1 tahun. Jika bifentrin dipakai untuk penanganan, maka rayap yang terpapar akan langsung mati. Jika dia mati, dia tidak akan menulari rayap lainnya. Rayap lainnya juga tidak akan berani mendekat. Akibatnya serangan Rayap tidak akan pernah selesai.
Hama Penyakit Durian, Mangga, sengon, akasia, alpukat, manggis, tanaman pohon buah lainnya
Serangga yang memiliki sepasang sayap yang bentuk dan ukurannya sama. Rayap memiliki sifat (Nandika, 2003)
1. Cryptobiotik = tidak tahan cahaya, buta
2. Thropalaxis = saling menjilati individu lain, tukar menukar makanan, dan enzim pencernaan
3. Kanibalistik = memakan individu sakit, lemas.
4. Nurophagy = memakan bangkai individu lainnya.
5. Xylophagus = memakan selulosa





